Review Masakan Ayam Bakar Padang dengan Bumbu Meresap. Ayam bakar Padang semakin digemari di awal 2026 sebagai hidangan khas Minang yang kaya rempah dan bumbu meresap hingga ke tulang. Berbeda dari ayam bakar biasa, versi ini memakai bumbu rico-rico hijau dengan cabe hijau dominan, santan kental, serta campuran daun jeruk dan kunyit yang beri aroma harum khas Ranah Minang. Dagingnya empuk juicy, kulit renyah dengan lapisan rempah tebal, serta rasa gurih pedas yang seimbang. Sajikan dengan nasi panas, sambal lado mudo, dan daun singkong rebus, hidangan ini langsung bikin suasana makan jadi lebih spesial. BERITA BASKET
Ciri Khas Bumbu Meresap dan Aroma Rempah: Review Masakan Ayam Bakar Padang dengan Bumbu Meresap
Keistimewaan ayam bakar Padang terletak pada bumbu yang benar-benar meresap dalam, bukan hanya menempel di permukaan. Cabe hijau besar dan rawit hijau memberi pedas segar yang tidak terlalu menyengat tapi nendang di akhir, seimbang dengan gurih santan dan umami kemiri sangrai. Aroma rempah kuat datang dari jahe, lengkuas, serai geprek, daun jeruk purut, serta daun kunyit yang ditumis hingga minyak hijau keluar. Saat dibakar, lapisan bumbu kental ini mengering sedikit di kulit, hasilkan tekstur renyah beraroma pekat yang langsung tercium dari jauh. Rasa gurihnya dalam karena proses masak lambat, bikin setiap serat daging penuh rempah tanpa ada bagian yang hambar.
Proses Pengolahan Tradisional: Review Masakan Ayam Bakar Padang dengan Bumbu Meresap
Proses masak ayam bakar Padang mengikuti cara tradisional Minang yang sabar dan teliti. Ayam kampung atau pejantan dipotong sedang, dilumuri jeruk nipis untuk hilangkan amis dan buka pori. Bumbu halus ditumis lama dengan minyak banyak hingga matang sempurna dan harum rempah naik maksimal, baru masukkan ayam hingga tertutup rata. Tuang santan kental dicampur air, tambah rempah utuh, ungkep api kecil 45-60 menit sambil sesekali diaduk hingga kuah menyusut dan minyak rempah muncul di atas—tanda bumbu sudah meresap dalam dan daging empuk. Diamkan ayam dalam sisa bumbu minimal satu jam sebelum dibakar, agar aroma semakin pekat. Bakar di bara api sedang sambil oles berulang sisa bumbu hijau, hasilkan kulit renyah dengan rempah menempel kuat tanpa gosong.
Pendamping dan Pengalaman Menikmati
Ayam bakar Padang paling lengkap dinikmati dengan pendamping khas seperti sambal lado mudo—cabe hijau mentah halus dengan bawang dan jeruk nipis—yang beri pedas segar kontras. Tambah gulai daun singkong atau jengkol rebus untuk gurih creamy, serta lalapan timun dan kol untuk renyah dingin. Nasi putih panas jadi wajib karena langsung nyerap sisa bumbu hijau di piring, bikin setiap suapan lebih nikmat. Hidangan ini sering jadi menu utama di acara keluarga atau rumah makan Minang, ciptakan suasana hangat dengan aroma rempah yang menguar ke seluruh ruangan. Potong ayam saat masih panas agar bumbu tercampur rata dan sari daging keluar, beri pengalaman makan yang memuaskan hingga suapan terakhir.
Kesimpulan
Ayam bakar Padang dengan bumbu meresap adalah bukti kekayaan kuliner Minang yang tak tergantikan, dengan aroma rempah hijau kuat dan rasa gurih pedas yang bikin ketagihan sejak gigitan pertama. Proses tradisional yang sabar hasilkan daging empuk juicy serta lapisan rempah tebal yang jadi ciri khasnya. Di 2026 ini, hidangan ikonik ini tetap jadi favorit pecinta rasa bold Nusantara, cocok untuk menu spesial sehari-hari maupun acara besar. Nikmati selagi hangat untuk sensasi terbaik—pasti langsung ingin tambah porsi lagi. Ayam bakar Padang terus pertahankan posisinya sebagai salah satu yang paling lezat di Indonesia.